Review ‘Semata Cinta

(Dan beberapa kalimat yang menjelaskan perjalanannya

(Maaf ya)

(Ini mungkin lebih baik menjadi “sedikit coretan tentang Semata Cinta, sebuah buku karya Chacha Thaib”)

 
Saya sangat suka membaca. I read almost everything. Dan saya mengakui, saya bukan orang yang gampang suka dengan karangan-karangan lokal. Saya lebih suka membaca buku karangan pengarang-pengarang asing atau gampangnya, buku-buku terjemahan. Saya merasa feelnya dapet (cieh). Bukan berarti saya anti-indonesia ya, (Ada beberapa karangan lokal yang saya suka kok!) saya hanya tidak terlalu suka ketika sebuah cerita memakai kata-kata yang tidak baku.  Entah itu dalam percakapannya, ataupun dalam kalimat per kalimatnya. Saya tahu juga saya buka orang yang mempunyai ilmu lebih dalam menulis. Saya juga masih belajar, layaknya banyak orang. Tetapi, setiap orang mempunyai apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka, kan? 🙂
 
Nah. Saya kebetulan suka menulis dan membaca. Saya juga suka mengikuti tweet-tweet dari beberapa orang yang terkenal melalui tweet-tweet mereka, yang kebetulan beberapa dari orang tersebut punya karya-karya, berupa buku. Semakin sering saya membaca kalimat dari beberapa follower mereka mengenai karya mereka tersebut, saya semakin penasaran. Ya, terimakasih Tuhan telah membuat rasa penasaran saya sangat besar 🙂 Saya membeli buku karangan Oka (@landakgaul), Analogi Cinta Sendiri, karangan Bernard Batubara (@benzbara), Kata Hati, karangan dari beberapa selebtwit (begitu mereka disebut) (@popokman, @tlvi, @arievrahman, @saputraroy, @dwikaputra, @ijotoska, dewisubrata), Rada Cinta, dan terakhir dan terbaru saya baca yaitu karangan Chacha Thaib (@chachathaib), Semata Cinta. Kali ini, saya hanya akan membahas mengenai buku terakhir saja ya 🙂 
 
Semata Cinta. Saya tidak mem-follow pengarangnya, tetapi saya sering melihat tweet-tweetnya yang hampir selalu di-retweet teman-teman saya, dan jika saya merasakan hal yang sama, saya akan menekan tombol retweet juga 🙂 Jujur saya penasaran karena beberapa dari follower-nya Chacha Thaib sering mengatakan “bukunya bagus banget, kak! pas banget buat yang LDR-an” (yah, kurang lebih seperti inilah, saya hanya mempersingkat saja). Dan ya, seperti diketahui, saya juga sedang menjalani long distance relationship. Saya sudah sering mencari ke toko buku-toko buku yang saya ketahui. Tapi hasilnya nihil. Alhasil, baru terwujud ketika ada pameran buku (all hail books!) di gedung wanitatama di Jogja. Tadinya saya bilang sama diri saya sendiri, ‘jangan kebanyakan, makanan si Pippo (kucing saya) sudah mau habis’. Eh tapi, apalah daya, begitu banyak buku menarik, begitu banyak diskon, tergeraklah hati saya, jadi beli 6 buku deh 😀 Nah! Kembali lagi, jadilah saya membeli 6 buku yang salah satunya buku karangan Chacha Thaib. 
 
Ketika sampai di rumah, saya tidak langsung membaca buku karangan Chacha Thaib. Saya menunggu keesokan harinya. Tepat tengah hari, saya mulai baca bukunya. Dan baru berapa lembar saja sudah membatin “lho, dia ini bikin cerita tentang saya atau gimana nih”, “eh, mirip banget sama pacar saya!”, “Duh, ini mah saya banget, suka marah-marah enggak jelas”, dan masih banyak kalimat-kalimat di dalam hati saya, hehe. Selesai baca, sukses deh, saya nangis. Call me cliche or what, but dear Lord, how I really love sad endings! I love how she wrote the words! I love how she kept it simple, yet so touchy, so sweet, and straight to the point. Ya. Saya suka karya Chacha Thaib yang ini. Dia membuatnya pas dengan selera saya 🙂 And, yes, it has its hamartia (I will not bored to reminds you again, read John Green – The Faults In Our Stars), yaitu sedikit kurang atas deskripsi tokoh utamanya, Arani. Saya suka pendeskripsian yang dalam akan tokoh-tokoh dalam sebuah buku. That’s because… I have a super imagination. I want the cast live in my mind, I want them to be real in my mind, I want to feel like them, I want to be like them. 
 
And…. That’s it. Cuma itu yang mau saya tulis. Apa iya ini review? Tampak seperti bukan review ya. Ah anyway, terimakasih Chacha Thaib  akan cerita yang luar biasa buat saya. Saya menunggu karyamu selanjutnya 🙂
 
 
-A-
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s